Jumat, 28 September 2012

Jamur Neuspora "Si jamur Oncom"

Budidaya jamur adalah salah satu usaha yang berprospek menarik dan menguntungkan. Didalam setiap usaha budidaya pasti tidak terlepas dari serangan hama dan penyakit. Penyakit yang satu ini seringkali menyerang jamur. 
www.joyblee.com

Penyakit ini pasti mudah dikenali karna memiliki ciri yang khas yaitu berwarna orange atau biasa disebut jamur oncom. Dikenal pula dengan nama ilmiahnya Neurospora sitophila (dahulu Monilia sitophila).  Nama Neurospora berasal dari kata neuron (= sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson.   Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen).  Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota.

Secara umum klasifikasi Jamur oncom, sebagai berikut:
Kingdom     : Fungi
Phylum      : Ascomycota
Subphylum   : Pezizomycotina
Class       : Ascomycetes
Order       : Sordariales
Family      : Sordariaceae
Genus       : Neurospora (mudarwan.wordpress)

biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri (mudarwan.wordpress). 

Karakter jamur neurospora akan menghambat pertumbuhan miselium dan tubuh buah bahkan pada stadium parah akan membuat miselium jamur tiram mati. Jamur ini termasuk jamur yang susah di matikan, karena karakter dari sporanya sendiri bersifat termofilik (mampu bertahan dalam suhu tinggi)dan mampu menyerang media baglog yang matang atau pun tidak. Neurospora menghasilkan tepung “orange” pada permukaan kapas penyumbat baglog. Jamur ini dipicu oleh  penggunaan nutrisi tinggi pada media baglog jamur. Serbuk yang digunakan masih baru dan belum sempat mengalami pengomposan. Neuspora menyebar melalui udara karena spora jamur tersebut terbawa angin (kotanimura). 

Pengendalian dari jamur ini dengan cara menurunkan jumlah nutrisi pada media baglog, melakukan pengomposan terhadap serbuk gergajian, penggunaan disinfectan dengan menggunakan cairan pemutih pakaian, dengan cara merendam selama 1 jam sebelum semua peralatan digunakan (kotanimura) serta melakukan sterilisasi media baglog dengan sempurna dan mengurangi jumlah susunan baglog jamur tiram. (indojamur).

Semoga bermanfaat, 




penilaian

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan untuk kami